Indeks Harga Konsumen (IHK) mengukur perubahan rata-rata harga yang dibayar oleh konsumen untuk barang dan jasa dari waktu ke waktu. Ini melacak keranjang barang sehari-hari—makanan, perumahan, transportasi, perawatan medis, dan lainnya—yang bobotnya ditentukan oleh porsi pengeluaran rumah tangga biasa. IHK adalah indikator utama inflasi dan memengaruhi daya beli serta kebijakan bank sentral.
IHK dihitung dengan membandingkan harga saat ini dari barang-barang dalam keranjang tetap dengan harga mereka di tahun dasar, kemudian memberi bobot pada setiap barang berdasarkan kepentingannya bagi konsumen rata-rata. Kategori yang membentuk porsi lebih besar dari pengeluaran rumah tangga biasa, seperti perumahan, memiliki dampak lebih besar pada IHK keseluruhan daripada kategori yang lebih kecil. Pemerintah merilis IHK setiap bulan, menjadikannya salah satu indikator ekonomi yang paling diawasi.
Bagi para pedagang forex, rilis IHK signifikan karena memicu keputusan suku bunga bank sentral dan pergerakan mata uang. IHK yang lebih tinggi dari perkiraan sering kali mendorong bank sentral untuk menaikkan suku bunga, yang biasanya memperkuat mata uang domestik. IHK yang lebih rendah dari perkiraan menunjukkan disinflasi, yang dapat menyebabkan pemotongan suku bunga dan pelemahan mata uang. Banyak pedagang mengatur waktu posisi mereka di sekitar pengumuman IHK karena volatilitas dan arah pergerakan harga sering kali dapat diprediksi berdasarkan laporan dibandingkan dengan ekspektasi.
Jenis-jenis IHK
Sebagian besar negara menerbitkan beberapa ukuran IHK. AS menerbitkan CPI-U (konsumen perkotaan, mewakili sekitar 88% populasi) dan CPI-W (pekerja upahan dan pekerja klerikal). Segmen-segmen ini dapat menunjukkan tren inflasi yang berbeda tergantung pada barang yang mereka beli.







