Inflasi adalah tingkat di mana tingkat umum harga barang dan jasa naik, mengikis daya beli uang. Bagi pedagang valas, inflasi penting karena bank sentral biasanya merespons dengan menaikkan suku bunga, yang memperkuat mata uang mereka. Pedagang yang memegang mata uang selama inflasi tinggi di negara tersebut mungkin melihat mata uang melemah, meskipun atau karena respons suku bunga bank sentral.
Bank sentral mengukur inflasi menggunakan indeks seperti Indeks Harga Konsumen (IHK), yang melacak perubahan harga dalam sekeranjang barang dari waktu ke waktu. Inflasi memiliki tiga pendorong utama: tarikan permintaan (permintaan melebihi penawaran), dorongan biaya (kenaikan biaya produksi seperti upah atau bahan), dan bawaan (kenaikan upah yang memicu kenaikan harga lebih lanjut—spiral upah-harga).
Implikasi Perdagangan Valas
Inflasi tinggi biasanya memicu kenaikan suku bunga bank sentral, menciptakan volatilitas dan kekuatan mata uang. Mata uang menguat ketika bank sentralnya menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi, menarik investor asing yang mencari imbal hasil lebih tinggi. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan juga dapat mengganggu pasar—pedagang takut bank sentral mungkin kehilangan kendali, memicu aksi jual.
Memahami tren inflasi dan respons bank sentral sangat penting untuk mengantisipasi pergerakan suku bunga, yang menggerakkan sebagian besar arah pasar valas dalam jangka menengah.







