logo
Glossary term

Kebijakan Suku Bunga Nol (ZIRP)

Kebijakan Suku Bunga Nol (ZIRP) adalah kebijakan moneter di mana bank sentral menetapkan suku bunga acuannya pada atau mendekati nol persen. Bank sentral menerapkan ZIRP untuk menstimulasi pinjaman, pengeluaran, dan investasi selama periode pelemahan ekonomi atau deflasi. Kebijakan ini menjadi menonjol setelah krisis keuangan 2008 dan berulang selama penurunan ekonomi lainnya.

Bagaimana ZIRP Mempengaruhi Perdagangan Forex

Ketika suku bunga turun menjadi nol, strategi perdagangan carry menjadi kurang menarik karena meminjam dalam mata uang tersebut menghasilkan bunga minimal. Investor yang mencari imbal hasil lebih tinggi biasanya memindahkan modal ke mata uang dengan suku bunga lebih tinggi, melemahkan mata uang di bawah ZIRP. Negara yang menggunakan ZIRP sering kali melihat mata uangnya terdepresiasi relatif terhadap alternatif dengan imbal hasil lebih tinggi, yang secara langsung memengaruhi pasangan forex yang melibatkan mata uang tersebut.

Efek Ekonomi yang Lebih Luas

ZIRP mendorong pengambilan risiko di pasar keuangan. Dengan imbal hasil obligasi mendekati nol, investor beralih ke saham, komoditas, dan aset lain yang mencari imbal hasil, sering kali mendorong inflasi harga aset. Lingkungan ini dapat menciptakan gelembung spekulatif karena investor mencari imbal hasil pada aset yang semakin berisiko. Selain itu, penabung—terutama pensiunan—berjuang dengan imbal hasil mendekati nol pada rekening tabungan dan obligasi, mengikis daya beli mereka.

Pertimbangan Perdagangan

Di bawah ZIRP, pedagang forex harus mengharapkan pelemahan mata uang untuk negara yang menerapkan kebijakan tersebut, peningkatan volatilitas saat bank sentral menyesuaikan kebijakan, dan peluang dalam perbedaan suku bunga melalui perdagangan carry menggunakan mata uang dengan imbal hasil lebih tinggi. Namun, lingkungan ZIRP dapat menghasilkan pergerakan pasar yang tidak terduga jika bank sentral mengisyaratkan pergeseran dari suku bunga nol, menjadikan manajemen risiko sangat penting.