Tapering adalah pengurangan bertahap dalam laju pembelian aset oleh bank sentral, yang biasanya menandai akhir dari program pelonggaran kuantitatif (QE). Ketika bank sentral melakukan tapering, mereka membeli lebih sedikit obligasi dan aset lainnya setiap bulan, secara perlahan menarik stimulus moneter dari perekonomian.
Apa Arti Tapering
Bank sentral seperti Federal Reserve (Fed) dan European Central Bank (ECB) menggunakan pelonggaran kuantitatif untuk menyuntikkan likuiditas ke dalam perekonomian selama krisis atau ketika inflasi rendah. Tapering menandakan bahwa kondisi ekonomi telah membaik sehingga dukungan ini dapat dikurangi. Bank terus membeli aset, tetapi dalam jumlah yang menurun, akhirnya menghentikan pembelian sepenuhnya sebelum beralih ke kenaikan suku bunga.
Mengapa Bank Sentral Melakukan Tapering
Tapering biasanya terjadi ketika perekonomian menguat atau inflasi menjadi perhatian. QE yang berkepanjangan dapat menggelembungkan gelembung aset dan memicu kenaikan harga, sehingga bank sentral mengurangi dukungan untuk mencegah overheating. Namun, transisi ini harus dikelola dengan hati-hati untuk menghindari kejutan pasar.
Dampak Pasar
Pengumuman tapering sering kali memicu pergerakan pasar yang signifikan. Ketika Federal Reserve mengumumkan tapering pada tahun 2013 ("Taper Tantrum"), imbal hasil obligasi melonjak tajam dan aset pasar berkembang dijual. Imbal hasil yang lebih tinggi dan likuiditas yang berkurang dapat memperkuat mata uang negara yang melakukan tapering tetapi dapat merugikan pasar berkembang yang bergantung pada aliran dolar murah selama periode QE.
Tapering vs. Kenaikan Suku Bunga
| Tindakan | Tapering | Kenaikan Suku Bunga |
|---|---|---|
| Apa yang dilakukannya | Mengurangi laju pembelian aset | Meningkatkan biaya pinjaman |
| Kecepatan dampak | Bertahap | Segera |
| Efek pada mata uang | Dapat menguat jika perekonomian kuat | Biasanya memperkuat mata uang |







